Category Archives: Muhasabah

berisi tentang beberapa pengalan yang menjadi bahan instropeksi diri

2 SAHABAT : SABAR DAN KOMITMEN

Sabar dan Komitmen

Sabar dan Komitmen

3 hari ini sepertinya semangatku menggebu2. Setelah membaca novel seharian sepertinya badan ini ingin sekali melonjak-lonjak kegirangan. Kaki ini sepertinya ingin mengajak berlari-lari. Bahkan mau ngebut skripsi dari tengah malam sampai pagi hari #rekor.
Novel karya A. Fuadi ternyata mampu membius mata dan pikiranku terus terbuka berjam-jam.

“Hmm..baru kali ini kau bisa tahan baca buku seharian“ sindirku pada diriku sendiri.

Aku pun tak percaya baru kali ini bisa ‘nyilek’ membaca. Jujur! Sebenarnya membaca adalah salah satu cara yang efektif bagiku untuk tidur.

Sedikit review, buku ini lebih banyak bercerita tentang pengalaman saat diperantauan. Pengalaman alif saat merantau untuk belajar membuatku terkesan. Mungkin karena aku merasa senasib. Hikmah-hikmah yang disampaikan buku tersebut kaya dan mendalam.
Tidak hanya kepada Bang Fuadi, mungkin aku harus berterimakasih kepada guru baruku..Mr. Khaerul. Yah aku panggil beliau dengan panggilan Mr. Khaerul karena beliaulah yang mengajariku berbahasa asing. Aku terkesan dengan gaya mengajar beliau. Sikap komitmen dan perhatian yang tinggi kepada anak didiknya aku acungin dua jempol. Berulang kali beliau menanyakan ekspetasiku mengikuti kelas bahasa inggrisnya. Terlihat dengan tegas betapa beliau peduli dengan anak didiknya. Pertanyaannya selalu (agak) sama

“mas anwar , anda mau melanjutkan studi  dimana?“

Terkadang aku bingung harus menjawab dengan kalimat apa. Pertanyaan ini selalu saja terulang meski dengan kalimat yang berbeda. Sepertinya beliau juga tidak puas dengan jawaban dariku. Maklum beliau berpendidikan tinggi, luar negeri lagi. Terlihat dari mimik wajahnya bahwa beliau menginginkan anak2 didiknya mempunyai target dan mimpi yang besar. Teman-teman kelasku pun sekarang sedang menemuh pendidikan S2. Hehe..aku malu sendiri ketika bertemu salah satu sahabat yang sudah lama skip mengikuti kelas ini. Mas far namanya, (more…)

Advertisements

REFLEKSI : KARENA HIDUP TAK BISA DIHABISKAN DENGAN BERDIAM SAJA!!

Optimistic life | citb.iprock.com

Yah…Orang-orang yang banyak menganggur dalam hidupnya, pasti akan menjadi penebar isu dan desas desus yang tak bermanfaat. Itu karena akal pikiran kita selalu melayang dayang tak tahu arah. Dan,

{Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang.}  (QS. At-Taubah: 87)

Saat paling berbahaya bagi akal kita adalah manakala pemiliknya menganggur dan tak berbuat apa-apa. Orang seperti itu, ibarat mobil yang berjalan dengan kecepatan tinggi tanpa sopir, akan mudah oleng ke kanan dan ke kiri.

Bila pada suatu hari kita mendapatkan diri kita menganggur tanpa kegiatan,
bersiaplah untuk bersedih, gundah, dan cemas! Sebab, dalam  keadaan kosong itulah pikiran kita akan menerawang ke mana-mana; mulai dari mengingat kegelapan masa lalu, menyesali kesialan masa kini, hingga mencemaskan kelamnya masa depan yang belum tentu kitaalami. Dan itu, membuat akal (more…)

Mengapa Doa Kita Tak Terkabul?

Oleh: Ahmad Nurarifin

Ramadhan bulan penuh berkah, ampunan, dan tentunya bulan yang makbul untuk kita memohon kepada Allah. Memasuki 10 hari terakhir Ramadhan sungguh spesial, karena merupakan salah satu hari dimana terdapat malam lailatul qadhar; malam yang penuh berkah, malam yang lebih baik dari seribu bulan  (QS Al Qadar [97] : 3-5).

Sudah sepatutnya sebagai seorang muslim berusaha mempersiapkan diri berbenah supaya termasuk dari golongan yang bisa mendapatkan berkah malam lailatul qadhar.

Teradapat banyak pendapat mengenai kapan terjadinya malam tersebut diantaranya, pertama “Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR  Bukhari).

Kedua, “Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.” (HR. Muslim)

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa Allah akan menilai bukan hanya secara instan, namun dari kontinuitas kita beribadah, tidak serta merta kita hanya memfokuskan penuh beribadah pada hari-hari ganjilnya saja.

Sambil beriktikaf dan memburu Lailatul qadhar, segunung doa dipanjatkan. Akankah instan pula dikabulkan? Belum tentu.

Mengutip Ibrahim bin Adham seorang sufi yang hidup pada abad ke-8 Masehi, pernah berpidato di hadapan jamaah di Basrah, yang rata-rata mereka hampir putus asa dalam doa, lantaran sudah lama berdoa tetapi tidak terkabul.

Kata Ibrahim Adham, “Doamu tidak dikabulkan Allah lantaran sepuluh perkara:

  1. Kamu mengenal Allah, tetapi kamu tidak mendatangkan kewajiban kepada-Nya.
  2. Engkau membaca Al-Qur’an, tetapi engkau tidak mengamalkan kandungannya.
  3. Engkau mengatakan menjadi musuh syetan, tetapi engkau mengikuti dan bersesuaian dengan syetan.
  4. Engkau mengatakan menjadi Umat Nabi Muhammad SAW, tetapi engkau tidak mengikuti jejaknya.
  5. Engkau berkeinginan masuk surga, tetapi tidak mau beramal yang dapat menghantarkannya ke surga.
  6. Engkau menginginkan selamat dari api neraka, tetapi engkau mencampakkan dirimu ke dalamnya.
  7. Engkau mengatakan bahwa mati itu pasti, tetapi engkau tidak mau mempersiapkan bekal untuk mati. Read the rest of this entry

hmm…..

sekolah yang mulia…

banyaknya hari menjadi sebuah simbolisasi akan ambisi,

ternyata mejadikan diri mulia…semulia ambisi yang diharapkan.

hmm..

taukah ambisi..semuanya sadar

tapi api diri telah menjadikan ambisi sebagai pemusnahan yang disenangi

siapa bermain api, maka ia berani bermain diri

apa..!

apa..!

Iqro!!!!

bukan apa yang kau ingini tapi ialah apa yang kau butuhkan

semoga diri tetap ikhlas menjalani, bukan ambisi yang tak berarti.

maka setiap langkah…

harus ikhtiarkan diri

Allah tujuan kita

%d bloggers like this: