REFLEKSI : KARENA HIDUP TAK BISA DIHABISKAN DENGAN BERDIAM SAJA!!

Optimistic life | citb.iprock.com

Yah…Orang-orang yang banyak menganggur dalam hidupnya, pasti akan menjadi penebar isu dan desas desus yang tak bermanfaat. Itu karena akal pikiran kita selalu melayang dayang tak tahu arah. Dan,

{Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang.}  (QS. At-Taubah: 87)

Saat paling berbahaya bagi akal kita adalah manakala pemiliknya menganggur dan tak berbuat apa-apa. Orang seperti itu, ibarat mobil yang berjalan dengan kecepatan tinggi tanpa sopir, akan mudah oleng ke kanan dan ke kiri.

Bila pada suatu hari kita mendapatkan diri kita menganggur tanpa kegiatan,
bersiaplah untuk bersedih, gundah, dan cemas! Sebab, dalam  keadaan kosong itulah pikiran kita akan menerawang ke mana-mana; mulai dari mengingat kegelapan masa lalu, menyesali kesialan masa kini, hingga mencemaskan kelamnya masa depan yang belum tentu kitaalami. Dan itu, membuat akal pikiran kitatak terkendali dan mudah lepas kontrol. Maka dari itu, nasehatkan kepada diri kita bahwa mengerjakan amalan-amalan yang bermanfaat adalah lebih baik daripada terlarut dalam kekosongan yang membinasakan. Singkatnya, membiarkan diri dalam kekosongan itu sama halnya dengan bunuh diri dan merusak tubuh dengan narkoba.

Waktu kosong itu tak ubahnya dengan siksaan halus ala penjara Cina; meletakkan si narapidana di bawah pipa air yang hanya dapat meneteskan air satu tetes setiap menit selama bertahun-tahun. Dan dalam masa penantian yang panjang itulah, biasanya seorang napi akan menjadi stress dan gila.

Berhenti dari kesibukan itu kelengahan, dan waktu kosong adalah pencuri yang culas. Adapun akal kita, tak lain merupakan mangsa empuk yang siap dicabik-cabik oleh ganasnya terkaman kedua hal tadi; kelengahan dan si “pencuri”.

Karena itu bangkitlah sekarang juga. Kerjakan shalat, baca buku, bertasbih, mengkaji, menulis, merapikan meja kerja, merapikan kamar, atau berbuatlah sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain untuk mengusir kekosongan itu! jangan berhenti sejenak pun dari melakukan sesuatu yang bermanfaat.

Bunuhlah setiap waktu kosong dengan ‘pisau’ kesibukan! Dengan cara itu, dokter-dokter dunia akan berani menjamin bahwa kitatelah mencapai 50% dari kebahagiaan. Lihatlah para petani, nelayan, dan para kuli bangunan! Mereka dengan ceria mendendangkan  lagu-lagu seperti burung-burung di alam bebas. Mereka tidak seperti kitayang tidur di atas ranjang empuk, tetapi selalu gelisah dan menyeka air mata kesedihan.

Sumber : La Tahzan (jangan bersedih), Dr. Aidh Al-Qarni

..::eMeM::..

Advertisements

Posted on October 16, 2012, in Muhasabah and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: